Sunday, September 7, 2025

Gas Alam Cair (LNG) sebagai Bahan Bakar Mesin Kapal

 

Gas Alam Cair (LNG) sebagai Bahan Bakar Mesin Kapal

Pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar mesin penggerak kapal, sangat perlu untuk dikembangkan.  Hal ini seiring dengan kebutuhan bahan bakar ramah lingkungan dan target IMO untuk mengurangi emisi gas buang dari kegiatan operasional kapal. Oleh karenanya kapal dengan dual fuel system menjadi salah satu solusi yang tepat bagi Indonesia. Perkembangan teknologi kapal berbahan bakar LNG di dunia berkembang pesat dan didukung oleh regulasi yang kuat. Hal tersebut belum terjadi di Indonesia. Hingga tahun 2019 ini, baru satu kapal berbahan bakar LNG dengan sistem dual fuel, yaitu Harbour tug dual fuel milik PT. Pertamina Trans Kontinental (anak Perusahaan Pertamina) yang akan dioperasikan untuk mendukung Perta Arun.  Penelitian-penelitian yang menunjang perkembangan teknologi mesin kapal berbahan bakar LNG maupun dual fuel sudah selayaknya menjadi prioritas bagi bangsa Indonesia.

 Hal tersebut di atas dengan pertimbangan bahwa Indonesia sebagai Negara kelautan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia membutuhkan armada kapal dalam jumlah banyak dalam menjamin konektivitas dan distribusi logistik di seluruh wilayah Indonesia, juga membutuhkan armada kapal pendukung lainnya.  Armada tersebut harus   memenuhi   standar   keselamatan   yang   berlaku,  baik   dari   aspek   teknis keselamatan kapalnya (konstruksi, stabilitas kapal, dan sistem terkait), maupun aspek keselamatan muatan (penumpang dan barang) dan ramah terhadap lingkungan di sekitarnya.

Untuk kapal-kapal ukuran besar yang akan berlabuh dan sandar di pelabuhan dibutuhkan armada kapal tunda pelabuhan atau sering disebut juga Harbour Tug untuk keperluan olah gerak kapal di kolam pelabuhan serta menjamin keselamatan dan perlindungan perairan menuju ke pelabuhan untuk sandar dan bongkar muat. Semakin ketatnya peraturan mengenai pembatasan kadar partikel gas buang seperti CO, Sox, NOx dll. Dan juga ketentuan serta persyaratan aspek lingkungan hidup terutama berkaitan dengan polusi udara, maka menuntut dikembangkannya teknologi green energy seperti penggunaan dual fuel pada armada kapal tunda di pelabuhan (Harbour Tug).

Dual fuel system adalah salah satu sistem bahan bakar yang beroperasi dengan menggunakan Liquid Natural Gas (LNG) dan Marine Diesel Oil (MDO) secara bersamaan. Dalam hal ini, MDO menjadi pemantik yang mampu terbakar secara otomatis saat langkah kompresi dan selanjutnya membakar gas LNG yang tercampur dengan udara dan masuk pada ruang bakar.

Dengan beralihnya penggunaan bahan bakar dari minyak ke gas bumi maka menyebabkan munculnya ladang eksplorasi baru untuk menambang gas bumi.

No comments:

Post a Comment