Gas Alam Cair (LNG) sebagai Bahan
Bakar Mesin Kapal
Pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar mesin
penggerak kapal, sangat perlu untuk dikembangkan. Hal ini seiring dengan kebutuhan bahan bakar
ramah lingkungan dan target IMO untuk mengurangi emisi gas buang dari kegiatan
operasional kapal. Oleh karenanya kapal dengan dual fuel system menjadi salah
satu solusi yang tepat bagi Indonesia. Perkembangan teknologi kapal berbahan
bakar LNG di dunia berkembang pesat dan didukung oleh regulasi yang kuat. Hal
tersebut belum terjadi di Indonesia. Hingga tahun 2019 ini, baru satu kapal
berbahan bakar LNG dengan sistem dual fuel, yaitu Harbour tug dual fuel milik
PT. Pertamina Trans Kontinental (anak Perusahaan Pertamina) yang akan
dioperasikan untuk mendukung Perta Arun.
Penelitian-penelitian yang menunjang perkembangan teknologi mesin kapal
berbahan bakar LNG maupun dual fuel sudah selayaknya menjadi prioritas bagi
bangsa Indonesia.
Hal tersebut di atas
dengan pertimbangan bahwa Indonesia sebagai Negara kelautan dengan lebih dari
17.000 pulau, Indonesia membutuhkan armada kapal dalam jumlah banyak dalam
menjamin konektivitas dan distribusi logistik di seluruh wilayah Indonesia,
juga membutuhkan armada kapal pendukung lainnya. Armada tersebut harus memenuhi
standar keselamatan yang
berlaku, baik dari
aspek teknis keselamatan
kapalnya (konstruksi, stabilitas kapal, dan sistem terkait), maupun aspek
keselamatan muatan (penumpang dan barang) dan ramah terhadap lingkungan di
sekitarnya.
Untuk kapal-kapal ukuran besar yang akan berlabuh dan
sandar di pelabuhan dibutuhkan armada kapal tunda pelabuhan atau sering disebut
juga Harbour Tug untuk keperluan olah gerak kapal di kolam pelabuhan serta
menjamin keselamatan dan perlindungan perairan menuju ke pelabuhan untuk sandar
dan bongkar muat. Semakin ketatnya peraturan mengenai pembatasan kadar partikel
gas buang seperti CO, Sox, NOx dll. Dan juga ketentuan serta persyaratan aspek
lingkungan hidup terutama berkaitan dengan polusi udara, maka menuntut
dikembangkannya teknologi green energy seperti penggunaan dual fuel pada armada
kapal tunda di pelabuhan (Harbour Tug).
Dual fuel system adalah salah satu sistem bahan bakar yang beroperasi dengan menggunakan Liquid Natural Gas (LNG) dan Marine Diesel Oil (MDO) secara bersamaan. Dalam hal ini, MDO menjadi pemantik yang mampu terbakar secara otomatis saat langkah kompresi dan selanjutnya membakar gas LNG yang tercampur dengan udara dan masuk pada ruang bakar.
Dengan beralihnya penggunaan bahan bakar dari minyak ke gas bumi maka menyebabkan munculnya ladang eksplorasi baru untuk menambang gas bumi.
No comments:
Post a Comment