Pasokan Gas Alam Cair (LNG) untuk
PLN/PLTMG Kawasan Timur Indonesia
Gas alam seperti halnya dengan minyak
bumi, terbentuk secara alamiah dan dieksplorasi dari lokasi sumur gas yang terletak jauh dari konsumen.
Penggunaan pipa sebagai sistem transmisi dan distribusi, memiliki
beberapa kekurangan yaitu hanya untuk jarak
yang relatif dekat, dan jalur bersifat tetap (fix distribution system), dengan kata lain masih diperlukan sarana
distribusi alternatif yang mampu mengangkut gas dalam jumlah besar dan tidak terikat batasan jarak. Cara yang
paling efektif untuk mengangkut gas yaitu dalam bentuk cair dengan menggunakan kapal. Transportasi LNG sangatlah
tergantung dengan teknologi kapal LNG, yang mana teknologi ini telah dikembangkan lebih dari 50 tahun yang lalu.
Permintaan kebutuhan gas bumi sebagai salah satu sumber energi di wilayah
Indonesia khususnya bagian timur semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seiring dengan berjalannya program listrik 35.000 MW yang telah dicanangkan oleh pemerintah saat ini, kebutuhan
gas tersebut diprediksi akan terus meningkat
ketika gas bumi tersebut akan digunakan sebagai
bahan bakar utama pembangkit tenaga listrik menggantikan minyak diesel yang mempunyai biaya kelistrikan (electricity
cost) lebih tinggi dibandingkan gas bumi.
Terkait dengan penyediaan infrastruktur energi, rencana usaha penyediaan tenaga listrik PT. PLN (Persero) tahun 2018-2027 yang berkesinambungan dari RUPTL 2015-2024, RUPTL 2017-2026, menggariskan kebijakan untuk mitigasi perubahan iklim global di antaranya dengan pengalihan bahan bakar (fuel switching). Dengan motif untuk mengurangi pemakaian BBM, PLN berencana mengalihkan pemakaian BBM ke gas pada PLTG, PLTGU dan PLTMG (gas engine). Langkah fuel switching secara langsung juga akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca karena faktor emisi gas lebih rendah daripada faktor emisi BBM. Namun mengingat harga gas dari LNG masih dinilai sangat tinggi, maka gas ini hanya ekonomis untuk dipakai di pembangkit peaking, bukan pembangkit beban dasar. PLN merencanakan pemanfaatan LNG untuk pembangkit beban puncak dan pembangkit yang bersifat must-run di sistem kelistrikan Jawa - Bali dan Sumatera. Pada tahun 2012 telah mulai beroperasi FSRU Jakarta untuk memasok pembangkit Muara Karang dan Priok.
Rencana
FSRU Belawan telah dibatalkan oleh Pemerintah dan sebagai gantinya Pemerintah akan merevitalisasi
fasilitas LNG Arun sebagai storage dan regasifikasi LNG. Sumber LNG untuk FSRU Jakarta pada saat ini berasal
dari lapangan Bontang dan Tangguh, dan sumber LNG untuk Arun direncanakan dari lapangan Tangguh.
Sedangkan di Kawasan
Timur Indonesia, PLN merencanakan pemanfaatan mini-LNG untuk pembangkit beban puncak pada sistem-sistem besar di Kalimantan dan Sulawesi.
Namun
demikian, tidak menutup
kemungkinan mini-LNG juga akan dimanfaatkan untuk pembangkit beban dasar
sekaligus beban puncak pada sistem-sistem
kecil yang banyak tersebar. Hal ini disebabkan biaya pokok produksi
PLTMG dengan mini-LNG
diperkirakan masih lebih ekonomis dibanding
pembangkit BBM, juga lebih andal.
Untuk
pembangkit listrik kawasan Timur
Indonesia dengan
perkiraan kebutuhan gas 105 BBTUD direncanakan dipasok dari lapangan Matindok,
lapangan Tangguh, dan lapangan Salawati
dalam rangka mendukung
program Papua terang.
(RUPTL PLN 2017-2026, 2017). Berdasarkan kebutuhan
LNG untuk bahan bakar pembangkit listrik di seluruh kawasan Timur Indonesia, maka
kebutuhan untuk Smalll Scale LNG Carrier sangat diperlukan untuk kawasan Timur Indonesia. Selain itu komponen
kapal Mini LNG ini juga unik jika dibandingkan jenis
kapal lainnya, baik dari sisi
sistem penggeraknya maupun sistem peralatan untuk handling LNG agar tetap terjaga kualitas
dan safetynya.
Disisi lain penggunaan pipa sebagai sistem transmisi dan distribusi, memiliki beberapa kekurangan yaitu hanya untuk jarak yang relatif dekat, dan jalur bersifat tetap (fix distribution system), dengan kata lain masih diperlukan sarana distribusi alternatif yang mampu mengangkut gas dalam jumlah besar dan tidak terikat batasan jarak.
Cara yang paling efektif untuk mengangkut gas yaitu dalam bentuk cair dengan menggunakan kapal. Transportasi LNG sangatlah tergantung dengan teknologi kapal LNG termasuk cara handlingnya.
No comments:
Post a Comment