Friday, September 5, 2025

Analisis Risiko Kapal Tunda Pelabuhan Berbahan Bakar Ganda (Harbour Tug Dual Fuel)

Analisis Risiko Kapal Tunda Pelabuhan Berbahan Bakar Ganda (Harbour Tug Dual Fuel)

Tujuan
Tujuan melakukan analisis risiko dalam rangka menunjang pelaksanaan manajemen risiko pada kegiatan Inovasi Teknologi Kapal Tunda Pelabuhan Berbahan Bakar Ganda (Harbour Tug Dual Fuel)

Metodologi
Sebuah analisa yang menentukan risiko tantangan organisasi di mana penilaian tersebut dilakukan berdasarkan intuisi, tingkat keahlian dalam menilai jumlah risiko yang mungkin terjadi dan potensi kerusakannya. Analisis kualitatif dalam manajemen risiko adalah proses menilai (asssesment) impak dan kemungkinan dari risiko yang sudah diidentifikasi. Proses ini dilakukan dengan menyusun risiko berdasarkan efeknya terhadap tujuan proyek. Analisis ini merupakan salah satu cara menentukan bagaimana pentingnya memperhatikan risiko-risiko tertentu dan bagaimana respon yang akan diberikan. Analisis kualitatif memerlukan teknik tertentu untuk bisa mengevaluasi risiko berdasarkan kemungkinan dan impaknya.

Hasil Yang Diharapkan
Dihasilkan desain Kapal Tunda Pelabuhan Berbahan Bakar Ganda yang memenuhi kapasitas mengacu pada Permenhub, Nomor: PM. No. 57 Tahun 2015, efisien penggunaan bahan bakar dan ramah lingkungan yang dapat digunakan pada pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Risiko
Risiko merupakan peristiwa yang tidak pasti yang bila terjadi memiliki pengaruh positif atau juga bisa negatif, minimal terhadap salah satu tujuan kegiatan proyek seperti terhadap waktu, biaya, ruang lingkup, ataupun kualitas kinerja. Risiko mungkin mempunyai satu atau lebih faktor penyebab, yang bila terjadi bisa menyebabkan satu atau lebih dampak. Risiko jadinya akan mengandung ketidakpastian, adanya pengaruh positif atau negatif, adanya sebab akibat, dan hal lainnya risiko juga bisa diketahui atau sebaliknya tidak diketahui.

 Manajemen risiko
Manajemen risiko merupakan proses sistematis untuk merencanakan, mengindentifikasi, menganalisis, dan merespon risiko kegiatan proyek, dengan tujuan untuk meningkatkan peluang diperolehnya dampak positif, dan mengurangi atau menghindari peluang terjadinya dampak negatif yang merugikan proyek.
Faktor lingkungan, asset bagi proses bisnis, ruang lingkup kegiatan, rencana kelola kegiatan menjadi bahan utama dalam penyusunan rencana manajemen risiko pada kegiatan proyek ini.

 Identifikasi risiko
Identifikasi risiko dilakukan berdasarkan kondisi faktor kegiatan sebagaimana diutarakan di atas melalui kajian dokumen rencana kerja (KAK), renstra, grand design, dsb.; juga melalui brainstorming, analisis SWOT, penyusunan diagram sebab akibat, penyusunan checklist. Hasil identifikasi risiko ini berupa daftar risiko yang teridentifikasi, daftar potensial respon terhadap risiko, daftar penyebab risiko teridentifikasi, kategori risiko yang teridentifikasi.

Metodologi
Identifikasi risiko dilakukan dengan pendekatan pemanfaatan dua kriteria penting bagi pengukuran risiko: 1) Kemungkinan (Probability), yaitu kemungkinan suatu kejadian yang tidak diinginkan; 2) Dampak, yaitu tingkat pengaruh atau ukuran dampak (Impact) terhadap aktivitas lain, jika suatu peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.

Untuk mengukur risiko, menggunakan rumus:

R = P X I

Dimana :

R = tingkat risiko;

P = kemungkinan (Probability) risiko yang terjadi;

I =  tingkat dampak (Impact) risiko yang terjadi.

Proses pengukuran risiko dilakukan dengan cara memperkirakan frekuensi terjadinya risiko dan dampak atas risiko dengan Skala

Likert di mana digunakan rentang angka 1 sampai dengan 5.

     Untuk pengukuran probabilitas risiko : 1 = sangat rendah; 2 = rendah; 3 = sedang; 4 = tinggi; 5 = ekstrim.

     Untuk pengukuran dampak risiko : 1 = sangat kecil; 2 = kecil; 3 = sedang; 4 = besar; 5 = sangat besar.

     Sedangkan Probability Impact Grid ditunjukkan dengan tabel matrik sebagai berikut:

 

 

 

Probability

5

5

10

15

20

25

4

4

8

12

16

20

3

3

6

9

12

15

2

2

4

6

8

10

1

1

2

3

4

5

 

 

 

1              2              3            4              5

Impact

 

 

 

 

 

 
Identifikasi risiko kualitatif dan kuantitatif       
Risiko Inovasi Teknologi Desain Kapal Tunda Pelabuhan Berbahan Bakar Ganda (Harbour Tug Dual Fuel) berkapasitas 2 x 5000 HP dengan bahan bakar HSD + LNG yang memungkinkan terjadi dan dihadapi dalam tahapan-tahapan kegiatan inovasi teknologi industri perkapalan, secara umum diidentifikasi sebagai berikut.

No

Uraian Risiko

I

TAHAP PERSIAPAN

1.

Pemetaan SDM

2.

Identifikasi SDF

3.

Pemetaan anggaran kegiatan

4.

 

II

SURVEI DATA LAPANGAN

1.

Survey kebutuhan user

2.

Survey data kapal pembanding

3.

Anggaran survei ketat

III

TAHAPAN PENGUJIAN MODEL

1.

Pembuatan model untuk pengujian

2.

Perangkat dukung model uji yg blm ada (model uji z peller)

3.

Jadwal uji model hidrodinamik yang ketat.

IV

TAHAP KEYPLAN

1.

Software dan hardware yang harus digunakan bersama-sama dengan kegiatan lain.

2.

Banyaknya jumlah key drawing harus disertifikasi klas

3.

SDM terbatas, digunakan bersamaan dengan desain kapal yang berbeda.

4.

Keterlibatan beberapa unit pendukung kesulitan dalam koordinasi.

V

TAHAP SERTIFIKASI GAMBAR KE KLAS

1.

Keydrawing yang banyak

2.

Kesiapan persyaratan keyplan yang disertifikasi.

3.

 

VI

TAHAP PENYUSUNAN SPEKTEK & HPS

1.

Mempertimbangkan efisiensi biaya yang ketat

2.

Keterbatasan SDM dalam penyusunan HPS

3.

Mempertimbangkan kapasitas TKDN.

4.

 

VII

TAHAP SOSIALISASI KE CALON USER

1.

Keterbatasan anggaran sosialisasi

2.

Keterbatasan calon user


Perhitungan Skala Dampak Kegiatan
Dari hasil identifikasi risiko di atas dapat diutarakan tindakan pencegahan dan koreksi untuk memperkecil terjadinya dampak risiko, khususnya risiko yang negatif.

Peta Risiko Kegiatan

 


Peta Peringkat Risiko


 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


Kesimpulan

1.    Pada tahapan persiapan, uraian kegiatan pemetaan SDM didapat terbatasnya jumlah rekruitmen SDM baru yang mengakibatkan beban kerja SDM kompetensi eksisting berlebihan yang menyebabkan skala dampak yang dihasilkan sedang.

2.    Pada tahapan persiapan, uraian kegiatan pemetaan anggaran kegiatan, didapat anggaran tidak mencukupi yang mengakibatkan pemotongan anggaran yang menyebabkan skala dampak yang dihasilkan sedang.

3.    Pada tahapan survei data lapangan, uraian survei kebutuhan user, terdapat perbedaan persepsi yang mengakibatkan penyelesaian pekerjaan menjadi lebih lama sehingga skala dampak yang dihasilkan sedang.

4.    Pada tahapan sertifikasi gambar ke klas, uraian banyaknya keydrawing, penyebab tidak selesainya keydrawing yang dikarenakan beban SDM terbatas terlalu padat  mengakibatkan revisi gambar dari klas terlambat sehingga skala dampak yang dihasilkan sedang.

5.    Pada tahapan sosialisasi ke calon user, uraian penundaan sosialisasi, penyebab pemotongan anggaran yang dikarenakan koordinasi user via FGD belum cukup  mengakibatkan kegagalan pemanfaatan hasil desain sehingga skala dampak yang dihasilkan tinggi.

6.    Pada tahapan sosialisasi ke calon user, uraian keterbatasan calon user, penyebab lokasi calon user yang tersebar yang dikarenakan calon user merupakan pelabuhan internasional mengakibatkan desain kapal hanya terbatas dengan ukuran tertentu sehingga skala dampak yang dihasilkan tinggi.

7.    Pada tahapan sosialisasi ke calon user, uraian calon user tertentu, penyebab user adalah lokasi calon user yang tersebar yang dikarenakan calon user merupakan pelabuhan internasional  mengakibatkan desain kapal hanya terbatas pada ukuran tertentu sehingga skala dampak yang dihasilkan sedang.

8.    Pada tahapan sosialisasi ke calon user, uraian calon user tertentu, penyebab calon user adalah merupakan pelabuhan yang dapat disandari kapal ≥ 250 m sehingga skala dampak yang dihasilkan sedang.

 

 

Rekomendasi

Diperlukan monitoring dan evaluasi kegiatan Inovasi Teknologi Harbour Tug Dual Fuel oleh pimpinan Unit PTRIM atau Tim Monitoring yang dibentuk khususnya kriteria sedang dan tinggi pada Peta Peringkat Risiko diatas dengan mengacu pada susunan uraian kegiatan yang sudah disusun oleh Troika dan Group Leader Kegiatan.

Adapun Peringkat Risiko yang perlu dilakukan monev adalah sbb:

No

Tahapan Kegiatan

Uraian Kegiatan

Risiko

Status

 

1

 

PERSIAPAN

Pemetaan SDM

SDM kurang

sedang

Pemetaan anggaran kegiatan

Dana tidak mencukupi

sedang

2

SURVEI DATA LAPANGAN

Survei kebutuhan user

Tidak sinkron antara permintaan user dengan desainer

sedang

3

TAHAP SERTIFIKASI GAMBAR KE KLAS

Key drawing yang banyak

Tidak selesainya keydrawing

sedang

4

TAHAP SOSIALISASI KE CALON USER

Penundaan sosialisasi

Pemotongan anggaran

tinggi

Penggunaan anggaran dengan kegiatan lain

tinggi

Keterbatasan calon user

Lokasi calon user yang tersebar

sedang

Calon user yang tertentu

sedang