Friday, September 5, 2025

Komponen Biaya Transportasi Distribusi LNG dengan Kapal

 

Komponen Biaya Transportasi Distribusi LNG dengan Kapal

Biaya transportasi digunakan untuk menghitung besarnya biaya yang timbul akibat pengoperasian suatu alat transportasi yang dalam hal ini kapal untuk mengangkut suatu barang dalam kurun waktu tertentu. Biaya pengoperasian kapal tahunan terdiri dari biaya operasional (operational cost), biaya pelayaran (voyage cost), biaya capital (capital cost), dan biaya bongkar muat (cargo handling cost).

Biaya Operasional adalah biaya-biaya tetap yang dikeluarkan untuk aspek operasional sehari hari selain biaya bahan bakar. Komponen biaya operasional terdiri dari biaya kru kapal, biaya asuransi, biaya administrasi, biaya perawatan rutin dan store cost. Biaya pelayaran adalah biaya biaya variabel yang dikeluarkan kapal untuk kebutuhan selama pelayaran. Komponen biaya pelayaran terdiri dari biaya bahan bakar dan biaya pelabuhan. Dalam biaya pelabuhan terdapat komponen biaya yang terdiri atas Jasa labuh, Jasa pemanduan, jasa penundaan, jasa tambat, jasa penggunaan alur pelayaran dan jasa kepil (mooring services).

Biaya modal adalah harga kapal ketika dibeli dan dibangun. Dalam beberapa kasus perencanaan transportasi menggunakan kapal sewa (charter ship), biaya modal (capital cost) dan biaya operasional (operational cost) diwakili oleh biaya sewa (charter hire). Biaya bongkar muat adalah biaya untuk memindahkan muatan dari kapal ke dermaga atau sebakiknya. Biaya bongkar muat ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya jenis muatan, jumlah muatan, jenis kapal, dan karakteristik dari terminal dan pelabuhan.

Pada permasalahan distribusi dalam penelitian ini kapal yang digunakan adalah kapal sewa (charter ship). Menurut Stopford (2002), secara umum terdapat tiga skema dalam menyewa kapal, antara lain voyage charter, time charter, dan bare boat charter. Pemilihan skema sewa tergantung jenis kapal serta perjanjian antara pemilik kapal (ship owner) dengan penyewa (charterer).

Voyage charter adalah sistem penyewaan kapal antara pemilik kapal (ship owner) dengan penyewa (charterer) atas dasar trayek angkutan atau jumlah kapal melakukan perjalanan. Pada voyage charter, pemilik kapal menyediakan transportasi untuk karo dari sebagian atau seluruh ruang muat kapal dari port A ke port B dengan harga tetap per ton muatan. Dalam skema ini, umumnya pemilik kapal menanggung seluruh biaya kecuali mungkin biaya bongkar muat, dan pemilik kapal juga bertanggung jawab untuk mengelola jalannya kapal serta pelaksanaan pelayaran.

Time charter adalah sistem penyewaan kapal antara pemilik kapal (ship owner) dengan penyewa (charterer) dalam jangka waktu tertentu. Biaya sewa biasanya berupa harga sewa kapal per hari ataupun per bulan. Dalam skema ini, penyewa (charterer) menanggung biaya bahan bakar, biaya pelabuhan, bongkar muat dan biaya lainnya yang terkait dengan muatan. Sedangkan pemilik (ship owner) tetap menanggung resiko operasional.

Bare boat charter adalah sistem penyewaan kapal antara pemilik kapal (ship owner dan penyewa (charterer) dimana pemilik kapal menyerahkan kapal dalam kondisi kosong. Pada dasarnya pemilik kapal hanya membiayai kapal dan kemudian menerima uang sewa dari penyewa untuk menutupi biaya. Semua biaya operasional, biaya pelayaran, dan biaya yang terkait muatan ditanggung oleh penyewa. 

No comments:

Post a Comment